Rabu, 27 Juli 2011

Tak Hanya Antioksidan, bawang alternatif pengawet alami



Di balik fungsinya sebagai bumbu dapur, bawang putih menyimpan manfaat sebagai pengawet makanan. Dengan sifat antioksidan dan antimikrobra, bawang lebih menguntungkan daripada bahan pengawet buatan.

"Kandungan zat antioksidan dan antimikroba bawang mentah membuatnya menjadi bahan yang baik untuk pengawetan makanan," kata Jonathan Santas, peneliti dari Departemen Nutrisi dan Bromatology University of Barcelona. Tak hanya itu, kandungan flavonoid bawang, yang bermanfaat bagi kesehatan, mampu meningkatkan ketahanan makanan. Hasil penelitian ini menempatkan bawang sebagai alternatif alami untuk bahan pengawet dalam industri makanan.

Penelitian ini juga mengungkap keampuhan bawang merah. Senyawa fenolik di dalamnya mampu mencegah perkembangan bakteri, mikroorganisme yang menjadi pemicu kerusakan makanan.

"Bawang secara efektif dapat menunda oksidasi lemak pada emulsi minyak dan air yang akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam makanan," kata Santas yang memublikasikan penelitiannya di International Journal of Food Science and Technology.

Sementara penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa flavonoid dalam bawang putih memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan. Bawang putih bersifat antioksidan, antiinflamasi, kardio protektif, dan antikarsinogenik. Selain ampuh mengusir flu, bawang juga bermanfaat meredakan tekanan darah tinggi.

Walau demikian, konsumsi bawang putih untuk kesehatan harus di bawah pengawasan dokter. Itu karena konsumsi yang tidak terkontrol bisa menipiskan darah, membatasi kemampuan pembekuan, dan dapat bereaksi negatif ketika berinteraksi dengan beberapa bahan obat.

Flavonoid dari bawang lebih stabil daripada beberapa pengawet lainnya, seperti senyawa sulfur. Secara tradisional, itu menunjukkan bahwa senyawa sulfat baik untuk kesehatan karena bawang berperan atas karakteristik rasa, aroma, dan alami. Bawang merah {Allium cepa) tercatat merupakan salah satu jenis bawang yang paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi banyak orang (sekitar 66 juta ton pada 2008, dengan 1,1 juta ton diproduksi di Spanyol, terutama di Castilla-La Mancha).

 

[sumber:suaramedia.com]

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes